Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap yang indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap yang indah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2013

Cinta, Sahabat dan Janji

   Ini adalah sebuah cerita dimana sebuah persahabatan menjadi cinta. Ketika sayang tak bisa dipisahkan, ketika rasa tak ingin kehilangan tak dapat dihindarkan. Ketika persahabatan dipertaruhkan.
   "Tidak ada Cinta di persahabatan Kita!" kalimat itu terucap dari "biak halus wahe" .. Kalimat itu seolah-olah mengusik dan membuat sedikit risih. Perjanjian seperti apa itu? Tapi memang benar yang dikatakannya bahwa timbulnya cinta diantara kami hanya akan membuat persahabatan ini hancur. Siapa yang ingin persahabatan yang dibangun ini hancur hanya karena cinta?
   Cinta dalam persahabatan tak hanya membutuhkan rasa sayang namun kedewasaan yang lebih dan sadar diri bahwa persahabatan diatas segalanya. Tak banyak yang bisa menjalani cinta dalam persahabatan, apalagi ketika cinta itu mulai memudar.
   Tapi bukan berarti perjanjian seperti itu bisa diterima. Bukan hanya karena Aku mencintai satu diantara kami, namun siapa yang tau kedepannya?
    Siapa yang pernah berharap ada cinta diantara persahabatan? TIDAK!!! bahkan jika harus memilih lebih baik patah hati atau jatuh hati pada seorang sahabat tentu aku lebih memilih patah hati. Namun apa daya hati, hati telah dipilih dan tak bisa mengelak kembali. Tak bisa dipungkiri rasa yang telah tersemat ini tak mudah untuk diakhiri, bahkan kedewasaan dan kesadaran tak cukup untuk menghentikan perasaan ini. Aku mencintai Sahabat Ku sediri, sesaat sebelum aku benar-benar terlelap dalam mimpi tak berujung aku benar-benar telah berdoa pada Pemilik hati ini. Namun rasa tak kunjung hilang pada doa pertama dan doa ke seratusku. Sekali lagi kukatakan bahwa aku mencintaimu sahabatku. Maaf jika ini membuatmu jauh, seperti pada yang pernah aku tulis aku berjanji aku akan melupakanmu demi persahabatan kita. tapi hingga kutulis pesan ini, rasaku tak pernah berkurang terhadapmu.
   Dengan Perdebatan dan "Musyang" (musyawarang anggota) akhirnya menegaskan bahwa tidak ada larangan cinta diantara kami, namun Persahabatan tetaplah yang utama. Harus sama-sama dewasa, harus sama-sama sadar.
   Aku lega, karena aku masih boleh mencintaimu, namun kuberharap kedewasaa kita agar apa yang pernah kita alami tak membuat persahabatan kita putus. Meski berat bagi kita untuk melupakan itu, tapi dari tatapanmu aku berharap kita bisa menjadikan semua biasa dan bisa menjadi sahabat seperti dulu lagi.

GB & UDW

Selasa, 06 Agustus 2013

Mimpi

    "Carilah pacar" | "Tak perlu mencari seorang pacar, karena dia ada di sebelahku, (sambil menoleh kearahnnya, kutatap matanya) Aku mencintaimu, Bukan berarti aku menginginkan kita berpacaran namun aku hanya ingin tau apakah kau juga mencintaiku?"
    Semua tampak begitu nyata bahkan aku sampai tak menyadari bahwa itu hanyalah mimpi. Ya.....Tadi malam aku memimpikan mu kawan dan cintaku, perasaan yang telah ku kubur seolah timbul kembali. Namun cukuplah aku kehilanganmu sekali saja. Aku tak mau aku kehilanganmu dengan kesalahan yang sama lagi. Sekiranya hatiku kapan, maka akan kujadikan batu agar tak ada kata cinta yang bisa mengotorinya.
   Cukuplah aku sendiri, kuharap kau mengerti bahwa semua cinta ini bukanlah cinta yang inginkan hubungan yang tiada diajarkan oleh agama. Cukup kutau perasaanmu itu cukup.
   Semoga kau tau dan mengerti............



GB

Senin, 22 Juli 2013

---- Not Again -----

    Entah berapa musim telah terlewati, berapa jauh telah berjalan dan telah berapa lama ku berlari.  Terlalu banyak yang telah terjadi hingga saat semua ini dituliskan. Ketika Mawar tak lagi putih, ketika senja tak lagi jingga dan ketika mendung tak lagi gelap.
    Berjalan pada tanah basah dan labil hanya akan membuat kaki menjadi lelah, tubuh menjadi merenta dan jiwa kian merapuh. Kau tak akan pernah tau apa yang tertanam ditanah hingga sebelum bunga menghisapnya lalu mati perlahan karena racunnya.
    Kau tak akan bisa membayar masa mekarnya bunga ketika ia perlahan mati, kau tak akan pernah bisa mengganti bunga dengan rumput hanya karena ia menghilang dan meninggalkanmu. Tak akan ada kata andai bagiku meski sesaat setelah aku mengatakannya.
     Dulu ya dulu, sekarang dan masa depan telah menanti. Semua ya telah berubah, terimakasih untuk semua kamu, dia dan Yang Kuasa telah memberi sedetik rasa sebelum aku menghapus dan meninggalkan semua. Membuangnya semua dan menjadikan putih diatas lembaran warna-warni yang pernah ada. Terimakasih Pelangi.

Minggu, 07 Juli 2013

I MISS YOU


Dulu paling seneng kalo udah mau pulang liburan karena udah kebayang di Pangkalan Bun mau ngapain. Ada teman gowes, hunting gak jelas, nongkrong, terus terawih, teman di bully dan teman yang selalu jemputin dan semangat banget kalo udah dengar kata “sebrang”.
            Dia adalah salah satu sahabat terbaik ku, dimana kini hanya doa yang bisa menyambungkan perhatian dan kenangan masa-masa itu. Khairun nisa/ A.K.A icun/ A.K.A kirun. Saat ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi ini teringat kembali bagaimana serunya saat-saat bersamanya. Dia adalah orang hebat, saat dimana aku paling monoton dan flat-flat aja dalam menjalani hidup, ia mengajarkan aku bagaimana mewarnai hidup. Dia yang selalu memberitahukan tempat-tempat bagus, untuk foto....sebenarnya bukan foto-foto sih lebih tepatnya jalan gak jelas. Tapi itu asik..
            Satu hal bahwa aku paling malas jalan tanpa tujuan dan tanpa dipaksa, suka telat dan gak  punya referensi teman yag banyak. Dia yang selalu sabar, setiap kali ngajak jalan selalu saja memaksa, di jemputin ke rumah terus sampe di tungguin mandi biar gak telat :D ... Terus kalo udah kumpul kadang gak tau kemana, ujung-ujungnya kalo jalan gak jelas, kalo engga ke sebrang kalo engga nongkrong di PI. Dan yang paling aku suka jalan dengan dia adalah aku bisa nambah teman karena banyak banget terutama adek-adek kelas...hahaha jadi sekaligus bisa ngeceng deh... :D
            Sekarang gak ada lagi yang bisa diajak seru-seruan. Yah, setidaknya udah kebukti kalo dulu mau balik pasti dia udah heboh sms ato WA ato apapun buat nyusun plan jalan tapi sekarang gak ada yang gitu.
            Andai saja Allah berkehendak lain, hhhmmmmmmmmmmmm....
            But I believe itu adalah jalan terbaik Allah untuknya...aku gak boleh egois hanya karena aku “sayang” dia...pasti disana Allah memberikan tempat terbaik untuknya...aminnn...
            Cun, I Miss U.....gak tau apa yang harus aku lakukan tapi merindukan mu sungguh membuat ku merasa senang dan bersyukur setidaknya karena Allah telah mempertemukan kita ya walau hanya beberapa tahun saja.

            Semoga kita bisa bertemu kembali di Surga Jannahnya Allah ya Cun....
            I Miss You sooooo Much
J

Selasa, 28 Mei 2013

Sahabat Telephone



            Sahabat Pena? Mungkin diantara kita sudah banyak yang tahu dan familiar tentang hal tersebut. Namun bagaimana dengan sahabat telephone? Mungkin hanya saya yang tahu.
            Memang aneh rasanya ketika kita mengenal seseorang tanpa kita tahu kapan dan dimana mengenalnya. Saya yakin banyak diantara kita yang pernah mengenal seseorang tanpa kita sadari proses kita mengenalnya dan bagaimana caranya hingga rasa akrab dan percaya itu muncul. Itulah yang telah saya alami.
            Internet, itu adalah dunia yang sangat nikmat dan mengasyikkan karena disana kita bisa menemukan kejujuran manusia, bisa mengekspresikan hal tak bisa kita lakukan di dunia nyata dan disana pula kita bisa mengenal banyak pribadi.
            Berawal dari sebuah jejaring sosial, aku mengenalnnya. Sosok yang tak pernah aku mengenalnya wajahnya. Hanya dari telephone saja kami berbagi, dan entah mengapa kami begitu percaya satu sama lain tanpa ada rasa khawatir untuk satu sama lain membocorkan cerita kami. Begitu dekat terasa hingga tak terasa kurang lebih hampir 2 tahun kami berbicara dan berbagi tentang kehidupan. Dia yang bercerita tentang pacarnya, keluarganya dan pekerjaannya serta hal lainnya. Semua mengalir saja sepertinya kami adalah sahabat yang telah mengenal pribadi dan sangat dekat.
            Tidak pernah ada cinta, tidak pernah berusaha saling cari tahu, tidak akan pernah melakukan pertemuan, dan melakukan hal ini semua hanya demi sebuah kebutuhan yang kami rasakan. Kebutuhan saling berbagi dan bercerita tentang kehidupan. Aneh? Memang sangat aneh tapi aturan itulah yang kami yakini sejak awal perkenalan kami.
            WhatsApp adalah sebuah aplikasi yang mungkin bisa melanggar hal tersebut. Setidaknya sedikit dari janji tersebut kami langgar. Tapi apalah artinya toh pada awalnya ini pun adalah hubungan yang terlalu serius “bagiku”. Berjalan beriringan dengan waktu hingga ini semua terasa begitu serius bagiku. Dan membuat ini seperti nyata.
             Awal dan proses yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Dan awal atau proses yang kurang baik akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik nantinya. Dan itulah yang aku percaya. Ini semua adalah sesuatu yang salah, dan aku yakin hal tersebut. Dan diapun menyadarinya, namun bukan lah hal yang mudah untuk meninggalkan kesalahan tersebut.
            Setiap manusia haruslah berubah menjadi lebih baik, dan aku mau menjalankan hal tersebut. Entah apa itu hanya alasan ataukah bagaimana tapi yang jelas aku yakin bahwa aku harus berubah dan salah satu caranya adalah menghentikan hubungan kami. Aneh rasanya, kami tak saling kenal, tahu dan cinta namun ketika aku memutuskan hubungan itu, rasanya seperti sepasang insan yang harus berpisah jauh dan terasa berat terasa.
            Malam itu sangatlah berat, sebuah pembicaraan terakhir yang mungkin akan menjadi pemisah kami selamanya. Sebuah kejujuran yang membuat perpisahan itu menguatkan tanya mengapa Tuhan mempertemukan aku dengan dia. Nama kakak yang sama dengan namaku, tau banyak tentang German dan perasaan yang tak terungkap bahwa sepertinya kami telah melanggar janji. Tapi itulah kejujuran, Indah namun sayang tekadku telah bulat.
            Aku tak tahu mengapa ini harus kulakukan namun aku terus saja mengikuti hati ini. Aku yakin ketika aku menjalankan apa yang diniatkan dengan sebuah kebaikan dan itu adalah hal benar menurut Tuhanku maka pasti Ia akan menunjukkan sesuatu yang baik pula. Jika memang pertemuan kami adalah takdir yang Ia tuliskan untukku maka itulah telah aku jalani, namun jika perpisahan ini hanya sebuah egoku maka pasti akan kembali jika memang Ia tak merestui egoku.
            Aku terus saja ingin mengucapkan ini dan terus saja tanpa henti, Terimakasih “sahabat telephone” ku. Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku, terimakasih telah mengajarkan aku hidup dan kehidupan dan maaf karena kesalahanku telah membuatmu terus saja dalam posisi yang salah. Dari awal pertemuan, membuatmu terjatuh lalu pada akhir pertemuan membuatmu sakit.
            One daya we will meet again, jika memang kita ditakdirkan untuk terus berbagi. Entah diluar negeri yang seperti kita cita-citakan, atau di dalam negeri tapi yang jelas semoga ketika pertemuan itu terjadi kita bertemu dengan niat baik, cara baik dan tujuan baik serta ada Tuhan ditengah kita sebagai saksi itu suratan nyatanya.

Minggu, 26 Mei 2013

Mimpiku

             Ini adalah hari kesekian aku memimpikan mu. Entah terlalu lelah atau hanya sebuah bunga tidur saja, tetapi yang jelas engkau begitu nyata dalam mimpiku. Hingga entah mengapa aku begitu terpesona dan menganggap semua itu nyata.
            Membuat ini terpisah memang bukan hal yang mudah bagiku, sangat menyiksa dan sungguh sangat menyakitkan. Namun inilah pilihan dengan segala resikonya, setelah aku membuat pilihan yang salah, kini aku mencoba membuat pilihan baru, dengan resiko aku kehilanganmu selamanya. Tak perduli seberapa besar resiko itu, toh pada awalnya saja aku telah membuatnya menghilang. Persahabatan 14 tahun dan kebahagiaan saat bersama dan rasa sebagai keluarga. Semua sudah hancur saat aku salah memilih pada pilihan awal, dan pilihan ini merupakan taruhan terakhirku.
            Setiap dari  kita perlu merasakan kehilangan agar tahu artinya keberadaan. Aku selalu berusaha ada, dan mungkin ini saat nya aku menjadi tiada. Agar aku dan kamu bisa tahu seberapa butuhnya kita satu sama lain. Tak perduli sakitnya, namun aku lebih memilih menjadi diam meski aku harus mengakui, aku sangat membutuhkanmu.
            Aku tak akan membebanimu dengan cinta “lagi” sedang sebuah kata saja sudah membuat kita terpisah. Aku seperti tak mengenal dirimu lagi, padahal aku tahu siapa dan apa dirimu. Kau begitu berbeda, sejak aku hancurkan semua. Seandainya saja hari itu tak ada, aku hanya akan meminta kamu untuk selalu ada saja, cukup. Pesan terakhirmu membuatku kecewa tapi tak pernah bisa aku membencinya, karena aku sadar ini adalah suratan Tuhanku. Hanya sedikit air mata untuk menggambarkan bahwa memang aku seorang manusia biasa.
            Kita memang begitu berbeda dalam semua awalnya hingga kita anggap perbedaan itu adalah sebuah kesamaan antara kita nantinya. Namun waktu telah menghapus semua. Menjadikan kita pada pribadi yang berbeda.
            Aku hanya ingin menjadi setitik embun dipagimu sekali lagi saja, menjadi tisu di tetesan air matamu, menjadi awan di terikmu dan menjadi sebuah harapan di kala hampamu.
            Biarkan aku menjadi lilin di gelapmu, hingga habis waktuku dan jangan pernah kau tiup meski terang telah hamprimu. Biarkan aku menjadi wajah romantis diantara kau dengan yang lainnya hingga habis masaku.
            Namun seandainya itu tak cukup, biarkan aku menjadi bencimu selamanya, setidaknya hatimu telah menyimpan namaku meski kelak aku tiada.
            Satu kata yang kudaptkan darimu adalah “syukur” karena kau telah membawaku pada sebuah pelarian yang andai kau tak pernah membuatku sehancur ini, aku tak akan pernah mencoba sebuah pelarian yang membuatku menemukan arti dari keberadaanku saat ini.
            Kau adalah anugrah terbaik yang Tuhan kirimkan padaku setelah keluargaku dan semenjak pertemuan kita. Ada sebuah asa, Mungkin nanti kita akan seperti dulu lagi. Merajut cerita yang pernah kita lalui bersama.
            Kau, Aku dan film kita J
           

Minggu, 19 Mei 2013

ARTI SEBUAH SAHABAT

Waw lama gak dibuka...kasian nih blog ...:D

Ada sesuautu yang penting..
Ini lebih penting dari yang penting..


            Sudah lebih dari dua dekade aku hidup, tapi entah seberapa lama sebenarnya aku benar-benar hidup. Saat dimana mentari menunjukkan dirinya di ufuk timur, apakah aku benar-benar, benar melihatnya? Semua nampak sama saja, samar dan tidak ada yang istimewa. Seperti seekor keledai yang melewati gurun tandus dan kehilangan pemiliknya hingga hilang arah lalu hampir mati.
            Seketika itu oase di tengah gurun hingga keledai itu mampu hidup lebih lama.
            Aku pernah punya sahabat, sahabat?? Entahlah, yang aku tahu semua orang menyebutnya demikian. Aku tak perduli apapun itu yang aku tahu bahwa mereka telah membuatku merasa “ada”. Tak tahu berapa lama yang lalu itu terjadi. Yang aku tahu bahwa perasaan “ada” itu sementara, ternyata aku memang “ada”. “ada” untuk setiap yang mereka “butuhkan” ketika tidak? Entahlah yang jelas aku tiba-tiba merasa hampa.
            Lalui bulan tanpa pernah berani melihat yang mereka sebut sebagai sahabat, aku tutup semua pintu untuk kata tersebut. Menjadikan semua orang menjadi teman itu terdengar dan terasa lebih indah. Tak perlu ada kekecewaan karena tak ada perasaan yang digantungkan seutuhnya. Ketika harus terbuang, tak terlalu sakit karena pada dasarnya memang berada dekat pembuangan.
            Jalan lurus nan “terang” bagiku sungguh nikmat, tiada berliku, kelok ataupun tanjak. Semua flat datar dan biasa. Hingga pada suatu ketika entah darimana, mereka menganggapku sebagai sahabat. Bagiku tak masalah, toh aku tak terlalu peduli dengan status tersebut. Namun seiring berjalan waktu, mereka mampu membuka semua pintu yang telah kututup tersebut. Ya aku mengakui bahwa mereka sahabatku, aku merasakan kemabali bahwa aku benar-benar “ada”.
            Saat dimana kedewasaan kian tumbuh saat itu perhatian dan kasih sayang mereka dan aku kian erat, aku tak perduli lagi dengan istilah sahabat. Yang jelas aku benar-benar menjadi “ada”. Bersama mereka aku merasakan adanya keluarga baru, mereka seperti tak begitu mempermasalahkan diamku, dan ketidak perdulianku. Mereka adalah orang-orang hebat yang mampu membuat keledai bodoh yang telah berlumur lumppur pekat ini lebih berarti, bersih dan berharga.
            Hingga pada suatu ketika entah mengapa kedekatan satu diantara mereka membuatku merasa sangat butuh. Aku berkali-kali mengadu pada Tuhanku untuk menghapus semua rasa itu, semua rasa butuh akan dirinya. Karena aku tak ingin yang lebih dari persahabatan. Rasa yang sering teman-temanku katakan sebagai cinta.
            Aku tak begitu tahu akan cinta namun berdasarkan pencarian kata-kata para pujangga yang aku khawatirkan itu hampir mendekati kebenaran. Ya ternyata cinta itu menurut “mereka” adalah perasaan butuh, perasaan menggebu yang membuat benci jadi rindu dan tak ada amarah untuknya meski sesakit apa yang kau terima. Bahkan ketika dia tertawa bahagia bersama yang lain di hadapan tangismu.
            Aku tak mau ini semua terjadi, tapi ternyata terlambat. Berkembang sebelum taman dipersiapkan.....
            Terjadilah, saat dimana aku tak mengerti mengapa aku berani. Mengapa aku bodoh dan mengapa aku gila. Saat dimana aku pelangi menjadi gelap, siang menjadi malam dan mawar menjadi duri. Akibat perasaan yang aneh dan tak masuk logika membuat semuanya hancur menjadi pecah belah.
            Aku patah arah, remuk dan tak tahu untuk apa aku hidup. Perasaan yang lebih dalam dari dua bintang yang pernah aku jatuhkan. Dunia seakan runtuh dan aku seperti orang bodoh dan zombie yang hidup tapi tak hidup.
            Saat dimana Tuhan mulai menjadi temanku, hanya dialah yang tersisa dari apa yang aku harapkan. Hanya padanya aku dapat bercerita semua, dan saat itulah aku mulai tersadara. Sekali lagi arti sahabat aku dapatkan.
            Dia yang seakan telah membuatku jatuh ternyata malah membangkitkan ku, ternyata dia mengajarkan aku kehidupan. Banyak sekali yang dia ajarkan hanya dengan rasa butuh tersebut. Mengenal Tuhan, mengingatkan tujuan awal dan membuatku mengenal lingkungan.
            Dia mungkin akan terus bersikap seperti minyak yang bercampur air, tak pernah bisa bersatu bahkan seperti saling bertolak. Namun dia tetaplah sahabat, sahabat yang jadi pelita, yang membuatku merasa ada, mengingatkanku kala lupa dan membawaku lebih dewasa dan kuat.
            Aku akan terus berdoa untukmu, meski aku tahu itu tak akan menghapus salahku karena telah punya rasa “butuh” terhadapmu. Ini memang salahku, seharusnya bisa menahan rasa itu meski harus menghancurkan hati. Tapi semua telah terjadi, dan aku terima semuanya.
            Aku tak akan marah atas semua, semua yang mungkin bagi sebagian orang itu sangatlah menyakitkan. Bahkan jika Tuhan memanggilku esok, aku akan bercerita tentangmu dan sahabat kita yang lain. Sahabat yang telah membuat aku merasa ada dan berharga. Sahabat sepertimu yang selalu ada.
             Jika saja engkau tahu, ini semua menyiksaku, tapi aku rela. Bahkan ketika sebuah drama gila kumainkan, aku rela. Agar aku dapat kembali ke saat dimana kita bisa tertawa lepas tanpa ada beban cinta.
            Kemarin, hari ini dan esok kamu, aku dan kita tetaplah sahabat. Satu untuk selamanya.

                                                                                                            GB




Minggu, 10 Juni 2012

BINTANG SATU MUSIM GUGURKU


mentari pagi mengintip dari peraduannya
burung-burung mulai menari dan bernyanyi
indahnya hari hiasi bumi

            langkah kaki mulai menapaki bumi
            setiap langkah setiap nafas
            sealun dengan irama musik
            musik yang mengalun dijiwa

seketika semua terhenti
saat sebuah senyum memancar
sebuah cahaya mentari kedua
begitu indah...

                        mata tak kunjung lepas pandang
                        jantung tak hentinya berlari
                        adrenalin tak kunjung turun
                        sekujur tubuh seakan menjadi kaku

                        matanya indah pelangi
                        senyum mengembang bak bidadari
                        wajah bersinar seperti bintang
                        keindahan cipataan Sang Sempurna..

bibir tak bisa hentikan ucapan
tanya nama pun terlontar
permintaan kontak terlaksana
seakan tubuh mempunyai kendali sendiri

            kepercayaan akan cinta datang kembali
            entah mengapa,,
            entah karena dia
            entah karena suasana
                       
                        hhhmmmmm......
                        seperti itulah mungkin hati
                        setiap detiknya misteri
                        setiap menitnya rahasia
                        setiap jam nya keajaiban


                        bintangku menjadi bersinar siang dan malam
                        pijaran sinar yang sekejap, menjadi pancaran sinar yang utuh
                        jiwa nan gugur pun bersemi kembali

musim telah berganti
sinar kian benderang
hati kian hangat dan sejuk
keindahan dunia seakan terkurung dalam hati

            jika semua percaya peri
            maka kau adalah peri yang diutus Tuhan untuk ku
            jika semua percaya cinta
            maka kau adalah cinta yang ditakdirkan Tuhan untuk ku

                        ribuan kata yang teruntai dari bait syairku tak bisa melukismu
                        keindahan sejati yang kutemui
                        kesempurnaan hakiki yang kudapati
                        kedamaian suci yang ada dihati

panas siang itu menjadi teduh
kala tanganmu genggam tangan ini begitu erat
dan kau katakan,aku adalah tempat dimana rusukmu dulu terlepas
tempat dimana kau teduhkan masalah dalam bahuku...

            segelas escream pun mencari
            jadi saksi atas bunga mawar putih untukmu
            satu kalimat terselip dalamnya
            “kau mebuatku lengkap,I Love You”..
           
                        gelap mulai menyergapi bumi
                        purnama terangi bangku ditepian pantai itu
                        seakan-akan menyudahi cerita cinta ini
                       
            dalam gelap itu tubuh ini kian berdekap
            hati ini kian mencinta
            hingga mulut ini hampir menjadi satu
            dan ketika itu pula sepenggal kalimat itu terucap
            “biarkan halal menjadi saat yang kita tunggu”
                       
                        seketika otak ini menjadi berlari kembali
                        mata sekan terkena sinar nan terang hingga berair
                        dan detak jantung sekitak menciut
                        tubuh terasa lemas...
                        dan bibir ini tak dapat menahan kata-kata..
                        “kaulah makmum yang pantas menjadi penuntun imam”

pancaran bulan tertutup awan
hanya wamar putih yang tertinggal dibangku
dengan api yang bertabur diangkasa
hiasi hari yang menggores ukiran indah

                        satu semi dan gugur telah terukir diatas kenangan
                        bonsai telah tumbuh menjadi besar
                        kura-kura telah saatnya terlepas
                        janji suci tetaplah terikat

            aurora jingga hari itu mengantar tubuh ini pada peraduanmu
            saat dimana sesosok wajah cantik berdiri
            menanti seseorang yang kaguminya

                        resotarn tepi sungai itu telah menanti
                        sebuah lilin telah hidup diatas meja
                        sekuntum edelwais tertidur tenang temani lilin
                        pertanda cinta suci untuk keinginan tulus

                                    semua terasa lama
                                    semua terasa seakan dunia terhenti
                                    semua terasa seakan berubah menjadi surga
                                    hanya ada aku dan dia

            malam begitu sunyi
            terang dengan sabitnya bulan
            indah dengan bintang yang terdiam
            dan semakin beku dengan angin yang berhembus

                        cerita mungkin tak akan abadi
                        hingga cinta dihati jadi gugur kembali
                        tubuh menjadi beku tanpa kehangatan
                       
                                    edelwais putih menjadi merah
                                    terkapar dan menjadi layu dijalan itu
                                    hujan hapus sisa jejak
                                    namun tak hapus kenangan
           
                        biarlah malam semakin larut
                        bulan tertutup awan
                        hujan menjadi badai
            dalam tidur panjangmu kau tampak cantik sayang
            tampak raut damai dalam senyum mu
            air mata ini telah habis
            hantarkan kau dalam rumah mu yang terkhir
            tempat dimana bahuku telah diganti menjadi pangkuan Tuhan
            tempat dimana tak ada lagi kesedihan dan air mata
            tempat peri sepertimu berasal 

                        sayang....
                        semusim gugur itu menjadi kenangan berarti
                        dalam damai mu aku ada
                        dalam sisa senyumku kau hadir
                        hingga waktu tak akan pisahkan kita lagi
                        selamanya...