Kamis, 19 Januari 2012

perjalanan menuju TNTP

style orang utan
orang utan dan anaknya

orang utan di tempat makannya

 
suasana senja













        Tntp adalah singkatan dari Taman Nasional Tanjung Puting, yaitu tempat perlindungan dan rehabilitasi orangutan. Disini dapat dikatakan syurganya para hewan dan tumbuhan karena disini semua hewan dan tumbuhan dapat berkembang secara alamiah tanpa gangguan dari para manusia. Sebenaranya TNTP ini tidak kalah terkenalnya dengan Pulau Komodo dan lain-lain tapi mungkin hanya di kalangan para turis mancanegara saja. Terbukti dari banyaknya kunjungan wisata yang meningkat ke kota Pangkalan Bun. Namun di kota Pangkalan Bun sendiri bukan orang Indonesia yang banyak namun turis mancanegara yang banyak.
      Menurut saya Taman Nasional Tanjung Puting ini bisa jadi the seven wonder tetapi mungkin belum saatnya, karena kurangnya pemberitaan dari media sendiri. Taman Nasional ini bisa dikunjungi melalui kota Pangkalan Bun sendiri. Dan jika boleh saya sarankan, datanglah pada pagi hari agar dapat melihat orangutan ketika diberi makan dan indahnya tanaman bakau yang ada di sepanjang perjalanan. Dan saya rekomendasikan agar anda pulang pada malam hari atau menginaplah jika punya dana yang berlebih untuk melihat hamparan bintang dan taburan kunang-kunang yang menghiasi malam.
      Tidak ada salahnya jika TNTP ini menjadi salah satu daftar kunjungan libur anda. :)

ALANGKAH “LUCU” NYA

(negeri ini)

Alangkah lucunya negeri ini mungkin seperti sebuah judul sebuah film. Tetapi ini adalah sebuah fakta realita yang terjadi di sekitar kita. Yang bisa jadi diantara kita ada yang menyadari bahkan melakukannya bahkan mungkin saya.
Sebuah kalimat ini menggambarkan banyak makna. Dan saya pribadi pun baru menyadarinya.
Ketika saya menonton televisi pagi hari, saya sudah disuguhi berita seseorang yang membunuh karena faktor ekonomi. Ketika saya pindah channel televisi disuguhi berita selebriti yang menikah lagi atau hanya serba serbi syahrini. Dan ketika pindah channel lagi disuguhi editorial kelakuan anggota DPR RI yang ingin meronavasi itu ini. Dan masih banyak lagi.
Memang alangkah “lucu”n ya negeri ini.
    Ketika akan berangkat aktifitas, di sebagian lampu lalulintas ada para topeng monyet yang sedang beraktifitas. Memainkan atraksinya dengan berbagai gaya. Sedang tuannya hanya meminta uang saja. Meminta kepada seorang manusia mungkin biasa tapi meminta kepada seekor monyet saja???? INI LUAR BIASA -_-
Memang alangkah “lucu”n ya negeri ini.
    Belum lagi ketika saya mampir dulu ke tempat bayar pajak. Kemudian begitu keluar saya lihat sosok tua renta yang masuk kesana. Dengan penghasilan yang biasa dan ditemani angkot tuanya. Dia taat lakukan kewajibannya. Namun saat yang bersamaan disana saya melihat telivisi menyiarkan anggota dewan meminta tambahan tunjangan, dan di headlinenya para pejabat yang korupsi.
    Sang miskin memberi makan sang kaya raya???mungkin hanya dinegeri ini yang ada. Memang alangkah “lucu” nya negeri ini.
    Dan ketika sampai depan pintu aktivitas. Saya dihadang peminta yang mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian yang menantinya. Tetapi ketika hendak memberi, dompet saya telah dicuri dan baru saya sadari ternyata sang pencuri hampir mati karena dipukuli. Dan disaat yang sama mobil mewah lewat dengan pengawalan dan sejuta lambaian. Padahal tadi pagi saya lihat ditelevisi dia tersangkut kasus korupsi. Lalu apakah semua lupa dengan hal tadi? Atau mereka tidak punya televisi? Sekali lagi alangkah “lucu” nya negeri ini.
    Kejadian demi kejadian telah terlewati membuat saya bingung linglung dan jatuh tersandung. Rumah sakit pun menanti. Tetapi sadar terburu datang sebelum icu datang. Melihat seorang hampir mati, ditahan karena katanya semua karyawan sibuk itu ini. Padahal banyak sekali orang berseragam putih lewat selasar denga gaya santai. Lalu ada apakah semua ini? Sedang saat itu di belakang saya semua karyawan icu menyambut dengan gempita seorang luka pada kepalanya dengan uang di tangan kanannya.
    Apa yang terjadi pada semua ini? Saya teringat pendidikan pun hampir sama dengan kejadian rumah sakit tadi.
    Memang alangkah “lucu”nya negeri ini.
    Untunglah ketika rasa sakit itu muncul lagi. Saya cepat tersadar dari mimpi. Dan ketika saya tersadar dari mimpi kejadian yang sama saya rasakan kembali. Lalu??apakah ini mimpi lagi atau memang negeri ini memang begini dimana kalimat Alangkah “lucu” nya negeri ini didapati disetiap aktivitas tiap hari.
    Entahlah mungkin ini hanya opini. Semoga.

Senin, 16 Januari 2012

“ANAK”

apakah modus????

            Akhir-akhir ini banyak sekali berita yang menyoroti kasus kriminal khususnya pencurian yang dilakukan oleh anak dibawah umur (menurut hukum). Dan banyak diantaranya yang sampai ke kantor polisi bahkan ada yang sampai mejahijau. Namun apakah benar tindakan anak ini?apakah benar yang dilakukan pelapor?
            Jika menelisik dari segi hukum memang ini salah namun jika menelisik dari segi kepantasan hukum diberlakukan dan prosedur penegakan hukum. Sepertinya agak kurang pantas. Tapi apapun itu, saya mungkin tidak akan membahasnya secara detail karena pada dasarnya saya tidak mendalami bidang hukum dan lagi pula sangat banyak tokoh hukum yang telah berbicara baik di televisi maupun media cetak.
            Disini saya hanya ingin mengutarakan  pendapat saya mengenai kasus tersebut.
            Saya melihat kasus pencurian yang dilakukan anak ini kian marak. Lalu saya bertanya-tanya, apakah yang terjadi? Kenapa sekarang anak-anak?
            Menurut saya negeri ini sudah terlalu kacau untuk sebuah ideal. Bagaimana tidak, korupsi dimana-mana, penegakan hukum kacau balau, dunia hiburan makin ramai dan diminati dan ekonomi yang semakin carut marut serta masih banyak hal lain.
            Mungkin anda bertanya kenapa larinya kesana?tidak nyambung deh..
            Oke...saya mau mengingatkan pepatah lama bahwa buah tak jatuh jauh dari pohonnya (kecuali pohonnya di pinggir sungai yang alirannya menuju laut dan bisa tembus ke samudra). Hal ini tentu sangat berpengaruh, pada umur balita, anak-anak akan mudah menyerap informasi dan menurut ahli menyebutkan bahwa anak itu tidak bisa menentukan inisiatif (lebih ke arti memilih baik dan buruk) di bawah umur 15 tahun.
            Bayang kan  saja, bila anak yang tumbuh kembang ini di suguhi tontonan berita yang kebanyakan adalah berita kriminal. Dan belum lagi dengan sinetron yang mulai gak jelas, dimana peran antagonis yang mengerikan, protagonis yang benar-benar tersiksa, anak-anak yang udah jadi preman, dan lain-lain deh. Bagi saya sangat mengerikan (membayangkan saat mengetik ini) J.
            Jelas mungkin pengaruh yang saya sebutkan di atas sangat berpengaruh terhadap kejadian di atas dan tentu disini kita tidak mengabaikan faktor lingkungan dan lainnya. Namun muncul sebuah pertanyaan, apakah yang dilakukan anak-anak ini murni karena kenakalannya ataukah modus dari sebuah kejahatan yang dilakukan dengan alat memaksa anak untuk melakukan kriminal?
            Sejauh ini belum ada info yang mnyebutkan ini adalah modus. Tapi bagi saya, jika ini tak pernah diusut apa yang menyebabkan mereka melakukan hal itu, mungkin suatu saat ini akan jadi modus kejahatan. Dan bayangkan saja jika suatu saat perampokan dilakukan oleh anak dibawah umur. Lalu apakah yang akan dilakukan? Atau jika perilaku ini jadi modus si anak melakukan kejahatan seperti pada berita di https://www.facebook.com/notes/top-tv-network/anak-spesialis-pencurian-dibekuk-polisi/209144772509743 .
            Bagi saya, mungkin jika ada hal seperti ini, perlu dilakukan pendalaman modus. Apakah ini murni karena kenakalan anak ataukah ada hal lain. Hukum bagi saya memang paling pas untuk setiap kesalahan. Tapi ada baiknya jika kita mengkaji latar belakang tindak kriminal itu dilakukan agar tidak ada kejadian yang sama terulang lagi.
            Dan untuk setiap kasus kejahatan anak, memang perlu ada hukuman tapi berilah hukuman dengan maksud kasih sayang dan memberi efek jera tapi mendidik. Karena kesalahan yang dilakukan oleh anak itu, jika dibiarkan maka akan menjadi sebuah bom atom yang bisa meledak setiap saat.
             Tapi yang paling penting adalah pengawasan orang tua. Bagaimanapun anak adalah amanah dari Allah. Dan pada dasarnya setiap amanat itu wajib kita pelihara dan kita jaga agar kita tidak termasuk orang yang munafik.
            So, tetaplah didik anak-anak dengan kasihsayang, agama, dan contoh yang baik J