Tntp adalah singkatan dari Taman Nasional Tanjung Puting, yaitu tempat
perlindungan dan rehabilitasi orangutan. Disini dapat dikatakan
syurganya
para hewan dan tumbuhan karena disini semua hewan dan tumbuhan dapat
berkembang secara alamiah tanpa gangguan dari para manusia. Sebenaranya
TNTP ini tidak kalah terkenalnya dengan Pulau Komodo dan lain-lain tapi
mungkin hanya di kalangan para turis mancanegara saja. Terbukti dari
banyaknya kunjungan wisata yang meningkat ke kota Pangkalan Bun. Namun
di kota Pangkalan Bun sendiri bukan orang Indonesia yang banyak namun
turis
mancanegara yang banyak.
Menurut saya Taman Nasional Tanjung Puting ini bisa jadi the seven
wonder tetapi mungkin belum saatnya, karena kurangnya pemberitaan dari
media sendiri.
Taman Nasional ini bisa dikunjungi melalui kota Pangkalan Bun sendiri.
Dan jika boleh saya sarankan, datanglah pada pagi hari agar dapat
melihat orangutan
ketika diberi makan dan indahnya tanaman bakau yang ada di sepanjang
perjalanan. Dan saya rekomendasikan agar anda pulang pada malam hari
atau menginaplah jika punya dana
yang berlebih untuk melihat hamparan bintang dan taburan kunang-kunang
yang menghiasi malam.
Tidak ada salahnya jika TNTP ini menjadi salah satu daftar kunjungan libur anda. :)
Alangkah lucunya negeri ini mungkin seperti sebuah judul sebuah film. Tetapi ini adalah sebuah fakta realita yang terjadi di sekitar kita. Yang bisa jadi diantara kita ada yang menyadari bahkan melakukannya bahkan mungkin saya.
Sebuah kalimat ini menggambarkan banyak makna. Dan saya pribadi pun baru menyadarinya.
Ketika saya menonton televisi pagi hari, saya sudah disuguhi berita seseorang yang membunuh karena faktor ekonomi. Ketika saya pindah channel televisi disuguhi berita selebriti yang menikah lagi atau hanya serba serbi syahrini. Dan ketika pindah channel lagi disuguhi editorial kelakuan anggota DPR RI yang ingin meronavasi itu ini. Dan masih banyak lagi.
Memang alangkah “lucu”n ya negeri ini.
Ketika akan berangkat aktifitas, di sebagian lampu lalulintas ada para topeng monyet yang sedang beraktifitas. Memainkan atraksinya dengan berbagai gaya. Sedang tuannya hanya meminta uang saja. Meminta kepada seorang manusia mungkin biasa tapi meminta kepada seekor monyet saja???? INI LUAR BIASA -_-
Memang alangkah “lucu”n ya negeri ini.
Belum lagi ketika saya mampir dulu ke tempat bayar pajak. Kemudian begitu keluar saya lihat sosok tua renta yang masuk kesana. Dengan penghasilan yang biasa dan ditemani angkot tuanya. Dia taat lakukan kewajibannya. Namun saat yang bersamaan disana saya melihat telivisi menyiarkan anggota dewan meminta tambahan tunjangan, dan di headlinenya para pejabat yang korupsi.
Sang miskin memberi makan sang kaya raya???mungkin hanya dinegeri ini yang ada. Memang alangkah “lucu” nya negeri ini.
Dan ketika sampai depan pintu aktivitas. Saya dihadang peminta yang mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian yang menantinya. Tetapi ketika hendak memberi, dompet saya telah dicuri dan baru saya sadari ternyata sang pencuri hampir mati karena dipukuli. Dan disaat yang sama mobil mewah lewat dengan pengawalan dan sejuta lambaian. Padahal tadi pagi saya lihat ditelevisi dia tersangkut kasus korupsi. Lalu apakah semua lupa dengan hal tadi? Atau mereka tidak punya televisi? Sekali lagi alangkah “lucu” nya negeri ini.
Kejadian demi kejadian telah terlewati membuat saya bingung linglung dan jatuh tersandung. Rumah sakit pun menanti. Tetapi sadar terburu datang sebelum icu datang. Melihat seorang hampir mati, ditahan karena katanya semua karyawan sibuk itu ini. Padahal banyak sekali orang berseragam putih lewat selasar denga gaya santai. Lalu ada apakah semua ini? Sedang saat itu di belakang saya semua karyawan icu menyambut dengan gempita seorang luka pada kepalanya dengan uang di tangan kanannya.
Apa yang terjadi pada semua ini? Saya teringat pendidikan pun hampir sama dengan kejadian rumah sakit tadi.
Memang alangkah “lucu”nya negeri ini.
Untunglah ketika rasa sakit itu muncul lagi. Saya cepat tersadar dari mimpi. Dan ketika saya tersadar dari mimpi kejadian yang sama saya rasakan kembali. Lalu??apakah ini mimpi lagi atau memang negeri ini memang begini dimana kalimat Alangkah “lucu” nya negeri ini didapati disetiap aktivitas tiap hari.
Entahlah mungkin ini hanya opini. Semoga.
Akhir-akhir ini banyak sekali berita
yang menyoroti kasus kriminal khususnya pencurian yang dilakukan oleh anak
dibawah umur (menurut hukum). Dan banyak diantaranya yang sampai ke kantor
polisi bahkan ada yang sampai mejahijau. Namun apakah benar tindakan anak ini?apakah
benar yang dilakukan pelapor?
Jika menelisik dari segi hukum
memang ini salah namun jika menelisik dari segi kepantasan hukum diberlakukan
dan prosedur penegakan hukum. Sepertinya agak kurang pantas. Tapi apapun itu,
saya mungkin tidak akan membahasnya secara detail karena pada dasarnya saya
tidak mendalami bidang hukum dan lagi pula sangat banyak tokoh hukum yang telah
berbicara baik di televisi maupun media cetak.
Disini saya hanya ingin mengutarakanpendapat saya mengenai kasus tersebut.
Saya melihat kasus pencurian yang
dilakukan anak ini kian marak. Lalu saya bertanya-tanya, apakah yang terjadi? Kenapa
sekarang anak-anak?
Menurut saya negeri ini sudah
terlalu kacau untuk sebuah ideal. Bagaimana tidak, korupsi dimana-mana,
penegakan hukum kacau balau, dunia hiburan makin ramai dan diminati dan ekonomi
yang semakin carut marut serta masih banyak hal lain.
Mungkin anda bertanya kenapa larinya
kesana?tidak nyambung deh..
Oke...saya mau mengingatkan pepatah
lama bahwa buah tak jatuh jauh dari pohonnya (kecuali pohonnya di pinggir
sungai yang alirannya menuju laut dan bisa tembus ke samudra). Hal ini tentu
sangat berpengaruh, pada umur balita, anak-anak akan mudah menyerap informasi
dan menurut ahli menyebutkan bahwa anak itu tidak bisa menentukan inisiatif
(lebih ke arti memilih baik dan buruk) di bawah umur 15 tahun.
Bayang kansaja, bila anak yang tumbuh kembang ini di
suguhi tontonan berita yang kebanyakan adalah berita kriminal. Dan belum lagi
dengan sinetron yang mulai gak jelas, dimana peran antagonis yang mengerikan,
protagonis yang benar-benar tersiksa, anak-anak yang udah jadi preman, dan
lain-lain deh. Bagi saya sangat mengerikan (membayangkan saat mengetik ini) J.
Jelas mungkin pengaruh yang saya
sebutkan di atas sangat berpengaruh terhadap kejadian di atas dan tentu disini
kita tidak mengabaikan faktor lingkungan dan lainnya. Namun muncul sebuah
pertanyaan, apakah yang dilakukan anak-anak ini murni karena kenakalannya
ataukah modus dari sebuah kejahatan yang dilakukan dengan alat memaksa anak
untuk melakukan kriminal?
Sejauh ini belum ada info yang
mnyebutkan ini adalah modus. Tapi bagi saya, jika ini tak pernah diusut apa
yang menyebabkan mereka melakukan hal itu, mungkin suatu saat ini akan jadi
modus kejahatan. Dan bayangkan saja jika suatu saat perampokan dilakukan oleh
anak dibawah umur. Lalu apakah yang akan dilakukan? Atau jika perilaku ini jadi
modus si anak melakukan kejahatan seperti pada berita di https://www.facebook.com/notes/top-tv-network/anak-spesialis-pencurian-dibekuk-polisi/209144772509743 .
Bagi saya, mungkin jika ada hal
seperti ini, perlu dilakukan pendalaman modus. Apakah ini murni karena
kenakalan anak ataukah ada hal lain. Hukum bagi saya memang paling pas untuk
setiap kesalahan. Tapi ada baiknya jika kita mengkaji latar belakang tindak
kriminal itu dilakukan agar tidak ada kejadian yang sama terulang lagi.
Dan untuk setiap kasus kejahatan
anak, memang perlu ada hukuman tapi berilah hukuman dengan maksud kasih sayang
dan memberi efek jera tapi mendidik. Karena kesalahan yang dilakukan oleh anak
itu, jika dibiarkan maka akan menjadi sebuah bom atom yang bisa meledak setiap
saat.
Tapi yang paling penting adalah pengawasan
orang tua. Bagaimanapun anak adalah amanah dari Allah. Dan pada dasarnya setiap
amanat itu wajib kita pelihara dan kita jaga agar kita tidak termasuk orang
yang munafik.
So, tetaplah didik anak-anak dengan
kasihsayang, agama, dan contoh yang baik J